M11 Newmed TUGAS
- Contoh industri start up populer yang sukses mengikat banyak pelanggan.
1. GO-JEK
Zaman sekarang, siapa, sih, yang masih belum mengenal GO-JEK?
Perusahaan penyandang gelar decacorn yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini sukses memberikan dampak positif pada kehidupan sehari-hari masyarakat kota besar.
Startup Indonesia yang berdiri di 2010 ini telah mengembangkan fitur-fitur praktis yang berguna bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Layanan seperti Go-Car, pesan antar makanan Go-Food, pengiriman barang Go-Send, hingga pengangkutan barang Go-Box dapat dimanfaatkan secara mudah oleh pengguna via handphone mereka.
Karena kesuksesannya, pada Agustus tahun 2016, startup Indonesia ini memperoleh suntikan dana sebesar 550 juta dolar AS dari sebuah konsorsium internasional.
2. Traveloka
Untuk yang sering bepergian, aplikasi Traveloka pasti sudah tidak asing lagi di benak. Bagaimana tidak? Salah satu startup Indonesia yang sukses ini sudah memiliki gelar unicorn.
Didirikan oleh Ferry Unardi (CEO), Derianto Kusuma (CTO), dan Albert Zhang (Head of Design) tahun 2012 silam, startup Indonesia ini mengawali layanan mereka dengan mencari perbandingan harga tiket pesawat dari berbagai situs.
Hingga pertengahan 2013, di mana startup Indonesia ini menciptakan layanan pesan tiket pesawat mandiri untuk para pengguna setia mereka.
Setahun kemudian, di pertengahan 2014, Traveloka memasuki bisnis pemesanan kamar hotel dan membuat aplikasi gratis yang dapat di-download Play Store device berbasis Android dan iOS.
Karena kesuksesannya, startup ini berhasil memperoleh pendanaan dari perusahaan asing ternama seperti East Venture, Expedia, dan beberapa investor lain senilai US$500 juta atau Rp6,75 triliun.
Layanan Traveloka kini tidak hanya dapat dinikmati di Indonesia, lho. Tapi juga negara-negara asia tenggara lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.
3. Tokopedia
Startup Indonesia berikutnya merupakan salah satu situs belanja online Tokopedia yang sudah sukses sejak resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2009 lalu.
Perusahaan yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison ini menjadi perusahaan startup Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang mendapatkan pendanaan sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc.
Pada Agustus 2017, Tokopedia juga menerima investasi dari perusahaan asal Tiongkok, Alibaba, sebesar 1,1 miliar dolar AS.
Berkat kiprahnya, Tokopedia terpilih sebagai Marketeers of the Year pada Markplus Conference 2015 yang digelar Markplus Inc. serta Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award pada Mei 2016, seperti yang dilansir oleh Bisnis.
4. OVO
Setelah mendapatkan gelar unicorn pada tahun 2019 silam, rasanya wajar saja bila OVO dinobatkan sebagai salah satu startup Indonesia yang sukses.
Perusahaan yang didirikan oleh Lippo Group ini sukses menjadi salah satu aplikasi dompet digital yang diminati oleh masyarakat Indonesia.
Karena kinerjanya yang luar biasa, CB Insights melalui CNBC melaporkan bahwa hingga awal 2020 OVO memiliki valuasi sebesar 2,9 miliar dolar AS.
5. Halodoc
Startup Indonesia lainnya yang sukses bergerak di bidang kesehatan adalah Halodoc. Didirikan pada tahun 2016 oleh Jonathan Sudharta, Halodoc memberikan akses mudah terhadap solusi kesehatan. Kamu bisa mendapatkan akses ke dokter, asuransi kesehatan, laboratorium, hingga pelayanan farmasi melalui Halodoc. Karena kemudahan dan kecepatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, startup ini dapat mendulang funding hingga 145 juta dolar AS dalam 5 tahun saja.
2. Jelaskan trending topic yang berkembang saat ini sebagai peluang usaha.
Jasa Internet Marketing
Model bisnis ini sebenarnya memang sudah cukup marak, namun bisnis ini dipredisikan akan menjadi salah satu tren bisnis online di 2018 mendatang. Beberapa jenis pemasaran online yang paling banyak digunakan saat ini adalah Google AdWords, Facebook Ads, Blogging dan SEO.
3. Jelaskan secara detail teknologi yang digunakan dan manfaatnya!
Sebagai salah satu startup unicorn Indonesia, wajar bila Traveloka banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan dan lifestyle di era digital ini. Dengan banyaknya pengguna, ulasan pada produk yang disediakan Traveloka pun semakin banyak pula. Setiap harinya, ada sekiar 10.000 ulasan yang masuk di Traveloka. Untuk menyaring dan menyimpulkan ulasan-ulasan pada aplikasi dan situsnya, Traveloka menggunakan teknologi Artificial Intellegence (AI) dalam bentuk motion learning
Menurut Senior Manager Product Traveloka, Deo Wijaya, motion learning akan mengekspor data yang telah terkumpul dari puluhan ulasan yang masuk ke sistem Traveloka setiap harinya. Setelah iu, teknologi tersebut akan menyimpulkan ulasan pada setiap hotel sesuai dengan data yang terkumpul tadi
Dengan teknologi motion learning pada sistem ulasannya, Traveloka bermaksud memudahkan konsumen dalam memperoleh ulasan di aplikasi dan situs Traveloka. Selain itu, teknologi tersebut juga mampu menyaring komentar dari para user, baik dari segi tulisan maupun gambar.
Untuk memastikan ulasan yang muncul di aplikasi dan situs Traveloka sesuai dengan kondisi ril, setelah penyaringan lewat motion learning, ulasan juga akan dicek akurasinya oleh tim Traveloka.
Teknologi berbasis AI tersebut baru digunakan Traveloka pada tahun ini. Ke depannya, pihak Traveloka mengatakan akan selalu mengembangkan teknologi pada masing-masing produknya. Untuk saat ini saja, mereka sedang mengembangkan beberapa teknologi baru. Berbisnis di era digital memang selalu dituntut untuk melakukan inovasi.
Komentar
Posting Komentar